Tampilkan postingan dengan label World Cup History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label World Cup History. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2010

World Cup 1962 Chile

Argentina, Cili dan Jerman Barat melamar menjadi tuan rumah Piala Dunia 1962. Sesuai kesepakatan, Eropa tidak diperkenankan menjadi tuan rumah tiga kali berurutan. Proposal Jerman Barat ditolak.
Argentina sebetulnya punya nilai plus karena fasilitas stadionnya lebih besar dan lengkap daripada Cili. Masyarakat Argentina juga dikenal bolamania.







Tim Cili, tuan rumah Piala Dunia 1962.





Namun bencana gempa bumi yang menewaskan ribuan orang di Cili pada Mei 1960, membuat FIFA berubah pikiran untuk melirik negeri ini setelah Carlos Dittborn, presiden asosiasi sepakbola Cili, memohon pada FIFA, "Kami tak punya apa-apa lagi. Maka, kami harus memiliki Piala Dunia."
Tim peserta tak jauh beda dengan edisi sebelumnya. Kejutan muncul ketika Swedia, sang runner-up Piala Dunia 1958, gagal lolos kualifikasi. Brasil tiba di Cili dengan komposisi sama seperti tahun 1958. Hanya satu perubahan, yakni Amarildo, yang nantinya menggantikan Pele di pertandingan kedua.





Partai Cili melawan Italia berubah menjadi ajang adu jotos antarpemain.



Duel Cili vs Italia pada 2 Juni yang dimenangkan tuan rumah adalah satu partai paling mengecewakan sepanjang Piala Dunia. Temperamen khas Latin menyeruak dan para pemain saling pukul dan tendang sepanjang pertandingan. Italia terpaksa kehilangan dua pemainnya akibat diusir wasit Ken Aston dari Inggris. Lebih parah bagi tim Azurri, hidung Humberto Machio patah akibat hook kiri yang dilayangkan Leonel Sanchez. Polisi terpaksa mengawal kedua tim keluar lapangan.
Pada laga perempatfinal, Yugoslavia membalas dua kekalahan berturut dari Jerman Barat. Gol Radakovic tiga menit menjelang bubar, membawa Yugoslavia ke semifinal.
Garrincha membawa Brasil ke semifinal usai menekuk Inggris. Cili secara mengejutkan lolos setelah menjinakkan tim Beruang Merah, Uni Soviet.
Sayang mereka bertemu Brasil di semifinal. Garrincha dan Vava masing-masing menjaringkan dua gol bagi timnya. Cekoslovakia menunggu di partai puncak berkat kemenangan atas Yugoslavia. Sedangkan tuan rumah yang masih tak percaya dengan pencapaian mereka meraih perunggu.











Final, Brasil lawan Ceko- slowakia.







Garrincha diperbolehkan beraksi di final kendati sempat dikeluarkan dari lapangan saat semifinal. Cekoslovakia yang dimotori Josef Masopust, yang pernah melatih tim Garuda II pada awal 90-an, sempat unggul lebih dulu. Tapi akhirnya Cekoslovakia harus mengakui keperkasaan Tim Samba. Minus Pele yang absen hampir sepanjang turnamen, Brasil ternyata tetap mampu mempertahankan gelarnya.

HASIL PERTANDINGAN
GRUP A
Uruguay-Kolombia 2-1; Uni Soviet-Yugoslavia 2-0;
Uruguay-Yugoslavia 1-3; Kolombia-Uni Soviet 4-4;
Uruguay-Uni Soviet 1-2; Kolombia-Yugoslavia 0-5
KLASEMEN
1 Uni Soviet 3 2 1 0 8-5 5
2 Yugoslavia 3 2 0 1 8-3 4
3 Uruguay 3 1 0 2 4-6 2
4 Kolombia 3 0 1 2 5-11 1
GRUP B
Cili-Swiss 3-1; Italia-Jerman Barat 0-0;
Cili-Italia 2-0; Jerman Barat-Swiss 2-1;
Jerman Barat-Cili 2-0; Swiss-Italia 0-3
KLASEMEN
1 Jerbar 3 2 1 0 4-1 5
2 Cili 3 2 0 1 5-3 4
3 Italia 3 1 1 1 3-2 3
4 Swiss 3 0 0 3 2-8 0
GRUP C
Brasil-Meksiko 2-0; Spanyol-Cekoslovakia 0-1;
Brasil-Cekoslovakia 0-0; Meksiko-Spanyol 0-1;
Brasil-Spanyol 2-1; Meksiko-Cekoslovakia 3-1
KLASEMEN
1 Brasil 3 2 1 0 4-1 5
2 Cekoslovakia 3 1 1 1 2-3 3
3 Meksiko 3 1 0 2 3-4 2
4 Spanyol 3 1 0 2 2-3 2
GRUP D
Argentina-Bulgaria 1-0; Hungaria-Inggris 2-1;
Argentina-Inggris 1-3; Bulgaria-Hungaria 1-6;
Argentina-Hungaria 0-0; Bulgaria-Inggris 0-0
KLASEMEN
1 Hungaria 3 2 1 0 8-2 5
2 Inggris 3 1 1 1 4-3 3
3 Argentina 3 1 1 1 2-3 3
4 Bulgaria 3 0 1 2 1-7 1
PEREMPATFINAL
Cili-Uni Soviet 2-1; Jerman Barat-Yugoslavia 0-1;
Brasil-Inggris 2-1; Hungaria-Cekoslovakia 0-1
SEMIFINAL
Cili-Brasil 2-4; Cekoslovakia-Yugoslavia 3-1
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Cili-Yugoslavia 1-0



FINAL
Brasil-Cekoslovakia 3-1
Gpl: 0-1 Masopust 15', 1-1 Amarildo 17', 2-1 Zito 69', 3-1 Vava 78'
Santiago, 17 Juni 1962
Wasit: Latychev (Uni Soviet), Penonton: 69.000
BRASIL: Gilmar, D. Santos, N. Santos, Zito, Mauro, Zozimo, Garrincha, Didi, Vava, Amarildo, Zagallo
Pelatih: Aymore Moreira
CEKOSLOVAKIA: Schrojf, Tichy, Novak, Masopust, Popluhar, Pluskal, Pospichal, Scherer, Kadraba, Kvasnak, Zelinek
Pelatih: Rudolf Vytlacil










Garrincha dan trofi Jules Rimet yang kembali dibawa pulang ke Brasil.

TOP SCORER
4 Garrincha (Brasil)
4 Valentin Ivanov (Uni Soviet)
4 Lionel Sanchez (Cili)
4 Vava (Brasil)
4 Florian Albert (Hongaria)
4 Drazan Jerkovic (Yugoslavia)
STATISTIK
Jumlah Pertandingan: 32
Jumlah Gol: 89
Gol Rata-rata: 2,78
Jumlah Penonton: 776.000
Penonton Rata-rata: 24.250

Selasa, 17 Agustus 2010

World Cup 1958 Sweden

Piala Dunia kembali digelar di Eropa, kali ini di Swedia. Untuk pertama kali, Piala Dunia ditayangkan di televisi secara internasional.
Format kembali berubah 'normal'. Semua tim berhadapan dan tak ada perpanjangan waktu di penyisihan grup. Dua tim teratas maju ke perempatfinal. Jika posisi kedua dan ketiga punya nilai sama maka diadakan play-off.
Inggris berada di grup maut karena berkumpul dengan Brasil, jagoan baru Uni Soviet dan peraih perunggu Piala Dunia 1954, Austria. Hongaria tak lagi sekuat dulu karena ditinggal para bintangnya. Puskas, Kocsis dan Szibor memilih cabut akibat pendudukan Uni Soviet di Hongaria pada 1956.
Pada Piala Dunia ini, orang menyaksikan penampilan perdana Pele. Anak muda Brasil berumur 17 tahun memulai debut Piala Dunianya melawan Inggris yang berakhir 0-0. Ini adalah pertandingan tanpa gol pertama dalam sejarah Piala Dunia. Brasil yang memperkenalkan pola 4-2-4 langsung menjadi favorit. Sementara Prancis lolos ke perempatfinal berkat ganasnya striker mereka, Just Fontaine. Swedia sang tuan rumah juga lolos ke babak selanjutnya. Yang mengherankan adalah pencapaian para wakil Britania Raya. Irlandia Utara dan Wales lolos, sedangkan Inggris dan Skotlandia malah tersingkir.
Partai perempatfinal berlangsung tanpa diwarnai kejutan hingga meloloskan empat tim unggulan yaitu Jerman Barat, Prancis, Brasil dan Swedia. Justru di semifinal dan final, hal spektakuler terjadi. Turnamen yang hanya menyisakan empat partai, tapi di empat pertandingan itu tercipta 27 gol!
Di semifinal, Swedia menang atas Jerman Barat 3-1. Sementara Brasil mengalahkan Prancis yang haus gol dengan skor 5-2, Pele mencetak hattrick. Perebutan tempat ketiga yang kurang bergengsi pun berlangsung seru, Prancis menundukkan Jerbar 6-3. Just Fontaine membuat empat gol dalam pertandingan ini sehingga secara keseluruhan ia mencetak 13 gol sepanjang turnamen. Jumlah gol Just Fontaine ini menjadi rekor yang belum terpecahkan hingga kini.
Pada partai final, tuan rumah Swedia di hadapan ribuan suporter mereka tak mampu berbuat banyak dan takluk 2-5 dari Brasil. Pele membuat gol spektakuler di final dan Brasil membawa pulang trofi Jules Rimet melintasi benua, hal yang tak mampu dilakukan oleh tim Eropa hingga sekarang.

HASIL PERTANDINGAN
GRUP 1
Jerman Barat-Argentina 3-1; Irlandia Utara- Cekoslowakia 2-2;
Jerbar-Cekoslowakia 2-2; Argentina-Irlandia Utara 3-1;
Jerbar-Irlandia Utara 2-2; Cekoslowakia-Argentina 6-0.
1 Jerman Barat 3 1 2 0 7-5 4
2 Cekoslowakia 3 1 1 1 8-4 3
3 Irlandia Utara 3 1 1 1 4-5 3
4 Argentina 3 1 0 2 5-10 2
Play-off: Irlandia Utara-Cekoslowakia 2-1
GRUP 2
Prancis-Paraguay 7-3; Yugoslavia-Skotlandia 1-1;
Yugoslavia-Prancis 3-2; Paraguay-Skotlandia 3-2;
Prancis-Skotlandia 2-1; Yugoslavia-Paraguay 3-3.
1 Prancis 3 2 0 1 11-7 4
2 Yugoslavia 3 1 2 0 7-6 4
3 Paraguay 3 1 1 1 9-12 3
4 Skotlandia 3 0 1 2 4-6 1
GRUP 3
Swedia-Meksiko 3-0; Hongaria-Wales 1-1;
Wales-Meksiko 1-1; Swedia-Hongaria 2-1;
Hongaria-Meksiko 4-0; Swedia-Wales 0-0.
1 Swedia 3 2 1 0 5-1 5
2 Wales 3 0 3 0 2-2 3
3 Hongaria 3 1 1 1 6-3 3
4 Meksiko 3 0 1 2 1-8 1
Play-off: Wales-Hongaria 2-1
GRUP 4
Inggris-Uni Soviet 2-2;Brasil-Austria 3-0;
Inggris-Brasil 0-0; Uni Soviet-Austria 2-0;
Brasil-Uni Soviet 2-0; Inggris-Austria 2-2.
1 Brasil 3 2 1 0 5-0 5
2 Uni Soviet 3 1 1 1 4-4 3
3 Inggris 3 0 3 0 4-4 3
4 Austria 3 0 1 2 2-7 1
Play-off: Uni Soviet-Inggris 1-0
PEREMPATFINAL
Prancis-Irlandia Utara 4-0; Jerbar-Yugoslavia 1-0;
Swedia-Uni Soviet 2-0; Brasil-Wales 1-0.
SEMIFINAL
Brasil-Prancis 5-2; Swedia-Jerbar 3-1
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Prancis-Jerbar 6-3



FINAL
Brasil-Swedia 5-2
1:0 Nils Liedholm (4.)
1:1 Vava (9.)
1:2 Vava (30.)
1:3 Pelé (55.)
1:4 Mario Zagallo (68.)
2:4 Agne Simonsson (80.)
2:5 Pelé (89.)


TOP SKORER
13 Just Fontaine (Prancis)
6 Pele (Brasil)
6 Helmut Rahn (Jerbar)
5 Peter McParland (Irlandia Utara)
5 Vava (Brasil)
STATISTIK
Jumlah Pertandingan: 35
Jumlah Gol: 126
Gol Rata-rata: 3.60
Jumlah Penonton: 868.000
Penonton Rata-rata: 24.800






Victory lap, selebrasi kemenangan Brasil merebut gelar juara dunia.

Kamis, 12 Agustus 2010

World Cup 1954 Switzerland

Menandai 50 tahun FIFA yang bermarkas di Zurich, Swiss pun ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 1954. Format kembali berubah. 16 tim dibagi empat grup dengan dua tim unggulan tiap grup. Anehnya, kedua tim unggulan tersebut tak perlu berhadapan satu sama lain. Kejanggalan lainnya adalah dimainkannya perpanjangan waktu pada penyisihan grup.
Hongaria muncul sebagai raksasa baru. Gaya super ofensif Puskas, Kocsis, Hidegkuti dan Szibor memakan korban. Jerman Barat disikat 8-3 dan Korea Selatan digunduli 9-0, membuat anak asuhan Gustav Sebes ini menjadi favorit juara. Perempatfinal antara Austria lawan Swiss, yang dimenangkan Austria 7-5, menciptakan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan hingga sekarang. Sementara itu, Uruguay menundukkan Inggris 4-2 dan Hongaria mengalahkan Brasil dengan skor sama.
Partai big-match Hongaria-Brasil berubah menjadi partai brutal di mana para pemain terus berkelahi sampai peluit panjang berbunyi sehingga tiga pemain diusir wasit. Partai ini dijuluki sebagai "Battle of Bern".
Usai partai buruk melawan Brasil, Hongaria berhadapan dengan Uruguay di semifinal. Berbanding terbalik, duel yang dimenangkan Hongaria 4-2 lewat extra-time ini justru dianggap
sebagai partai terbaik di pentas Piala Dunia.
Di semifinal lain, Jerman Barat yang grafiknya tiba-tiba menanjak, menyikat Austria 6-1.




Partai Hongaria lawan Brasil.

Partai final kembali mempertemukan Hongaria dan Jerman Barat. "Hanya Jerman," begitu tulis media-media waktu itu mengingat tim ini kebobolan delapan gol dari Hongaria di babak penyisihan.
Benar saja, baru delapan menit partai final berjalan, Hongaria sudah unggul 2-0. Namun mental staying power khas Jerman akhirnya bicara. Jerman Barat mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat turun minum. Dan di babak kedua, tepatnya menit ke-84, Helmut Rahn mencetak gol kemenangan Jerman Barat. Skor akhir Jerman Barat tiga, Hongaria dua.



Penyerang Jerman, Max Morlock membobol gawang Hungaria di final.













HASIL PERTANDINGAN
GRUP 1
Brasil-Meksiko 5-0, Yugoslavia-Prancis 1-0,
Prancis-Meksiko 3-2, Brasil-Yugoslavia 1-1 (pw)
1 Brasil 2 1 1 0 6-1 3
2 Yugoslavia 2 1 1 0 2-1 3
3 Prancis 2 1 0 1 3-3 2
4 Meksiko 2 0 0 2 2-8 0
GRUP 2
Jerman Barat-Turki 4-1, Hongaria-Korea 9-0,
Hongaria-Jerman Barat 8-3, Turki-Korea 7-0.
1 Hongaria 2 2 0 0 17-3 4
2 Turki 2 1 0 1 8-4 2
3 Jerbar 2 1 0 1 7-9 2
4 Korea 2 0 0 2 0-16 0
Pertandingan ulang: Jerman Barat-Turki 7-2
GRUP 3
Uruguay-Cekoslowakia 2-0, Austria-Skotlandia 1-0,
Uruguay-Skotlandia 7-0, Austria-Cekoslowakia 5-0.
1 Uruguay 2 2 0 0 9-0 4
2 Austria 2 2 0 0 6-0 4
3 Cekoslowakia 2 0 0 2 0-7 0
4 Skotlandia 2 0 0 2 0-8 0
GRUP 4
Inggris-Belgia 4-4 (pw), Swiss-Italia 2-1,
Italia-Belgia 4-1, Inggris-Swiss 2-0.
1 Inggris 2 1 1 0 6-4 3
2 Italia 2 1 0 1 5-3 2
3 Swiss 2 1 0 1 2-3 2
4 Belgia 2 0 1 1 5-8 1
Pertandingan ulang: Swiss-Italia 4-1.
PEREMPATFINAL
Uruguay-Inggris 4-2, Austria-Swiss 7-5,
Hongaria-Brasil 4-2, Jerbar-Yugoslavia 2-0.
SEMIFINAL
Jerbar-Austria 6-1, Hongaria-Uruguay 4-2 (et)
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Austria-Uruguay 3-1
FINAL
Jerman Barat-Hongaria 3-2
Stadion Wankdorf, Bern, 4 Juli 1954.
Wasit: William Ling (Inggris), Penonton: 60.000.
Pencetak Gol: 0-1 Puskas 6'; 0-2 Czibor 8'; 1-2 Morlock 10'; 2-2 Rahn 18'; 3-2 Rahn 84'.
Jerman Barat: Turek, Kohlmeyer, Eckel, Posipal, Mai, Liebrich, Rahn, Morlock, O. Walter, F. Walter, Schaefer.
Hongaria: Grosics, Buzanski, Lorant, Lantos, Bozsik, Zakarias, Toth, Kocsis, Hidegkuti, Puskas, Szibor.



TOP SKORER
11 gol Sandor Kocsis (Hungaria)
6 gol Max Morlock (Jerbar)
6 gol Josef Hugi (Swiss)
6 gol Erich Probst (Austria)
STATISTIK
Jumlah pertandingan : 26
Jumlah Gol: 140
Gol Rata-rata: 5.38
Total Penonton: 943.000
Penonton Rata-rata: 36.269

Kapten Jerman Barat , Fritz Walter, dengan trofi Jules Rimet di tangan.

Rabu, 11 Agustus 2010

World Cup 1950 Brazil

Pemilihan Brasil sebagai tuan rumah merupakan keputusan tepat karena sebagian kawasan Eropa masih menderita akibat perang. Tapi yang paling menarik, Piala Dunia 1950 akhirnya menampilkan tim asal Britania Raya. Inggris, yang menang mutlak 6-1 atas tim Rest of Europe (tim sisa Eropa) pada 1947, menjadi salah satu kandidat juara. Banyaknya tim yang mundur dengan berbagai alasan, memengaruhi jadwal turnamen. India, misalnya, memilih mundur karena tak diizinkan bermain dengan kaki telanjang. Akibatnya ada grup yang diisi hanya oleh dua tim!
Skema turnamen tak memainkan sistem real final. Pemenang tiap grup diadu lagi dengan sistem grup kembali. Juara grup baru tersebut langsung jadi juara dunia.


















Tim Amerika Serikat (atas), menang 1-0 atas Inggris (bawah).

Kejutan besar muncul ketika tim unggulan Inggris kalah dari Amerika Serikat. Sementara Uruguay yang menghuni grup dengan dua tim saja menang besar 8-0 atas Bolivia. Juan Schiaffino mencetak empat gol.
Empat tim, Brasil, Spanyol, Uruguay dan Swedia menjadi juara di grup masing-masing. Keempatnya digabung menjadi satu grup dan harus saling berhadapan.
Akhirnya yang masih berpeluang menjadi juara tinggal tuan rumah Brasil dan Uruguay. Hebatnya, kedua tim itu bertemu pada pertandingan terakhir. Brasil hanya butuh hasil imbang saja untuk juara.
Publik Brasil yang berkeyakinan besar timnya bakal juara langsung gegap gempita saat Friaca membobol gawang Uruguay menit ke-47. Sialnya, Uruguay bisa menjebol gawang Brasil dua kali oleh gol Juan Alberto Schiaffino menit ke-66 dan Alcides Edgaedo Chiggia menit ke-79. 200.000 penonton (rekor penonton terbanyak) di stadion Maracana hari itu
langsung terdiam. Stadion dengan lautan manusia di dalamnya tersebut sunyi menyaksikan pesta kemenangan Uruguay.


Uruguay menang 2-1 atas Brasil dan menjadi juara dunia 1950.




HASIL PERTANDINGAN
GRUP A
Brasil-Meksiko 4-0, Yugoslavia-Swiss 3-0,
Yugoslavia-Meksiko 4-1, Brasil-Swiss 2-2,
Brasil-Yugoslavia 2-0, Swiss-Meksiko 2-0.
1 Brasil 3 2 1 0 8-2 5
2 Yugoslavia 3 2 0 1 7-3 4
3 Swiss 3 1 1 1 4-6 3
4 Meksiko 3 0 0 3 2-10 0
GRUP B
Spanyol-AS 3-1, Inggris-Cili 2-0,
AS-Inggris 1-0, Spanyol-Cili 2-0,
Spanyol-Inggris 1-0, Cili-AS 5-2.
1 Spanyol 3 3 0 0 6-1 6
2 Inggris 2 1 0 2 2-2 2
3 Cili 2 1 0 2 5-6 2
4 Amerika Serikat 2 1 0 2 4-8 2
GRUP C
Swedia-Italia 3-2, Swedia-Paraguay 2-2, Italia-Paraguay 2-0.
1 Swedia 2 1 1 0 5-4 3
2 Italia 2 1 0 1 4-3 2
3 Paraguay 2 0 1 1 2-4 1
GRUP D
Uruguay-Bolivia 8-0
1 Uruguay 1 1 0 0 8-0 2
2 Bolivia 1 0 0 1 0-8 0
GRUP FINAL
Brasil-Swedia 7-1, Uruguay-Spanyol 2-2,
Brasil-Spanyol 6-1, Uruguay-Swedia 3-2,
Swedia-Spanyol 3-1, Uruguay-Brasil 2-1.
1 Uruguay 3 2 1 0 7-5 5
2 Brasil 3 2 0 1 14-4 4
3 Swedia 3 1 0 2 6-11 2
4 Spanyol 3 0 1 2 4-11 1



BRASIL vs URUGUAY 1-2
Stadion Maracana, Rio de Janeiro, 15 Juli 1950.
Wasit: George Reader (Inggris), Penonton: 200.000.
Pencetak Gol: Friaca 47'; Schiaffino 66', Chiggia 79'.
Brasil: Barbosa; Augusto (kapten), Juvenal; Bauer, Danilo, Bigode; Friaga, Zizinho, Ademir, Jair, Chico.
Uruguay: Maspoli; Gonzales M., Tejera; Gambeta, Varela (kapten), Andrade; Chiggia, Pirez, Miguez, Schiffino, Moran.
TOP SKORER
9 gol Ademir (Brasil)
5 gol Juan Schiaffino (Uruguay)
5 gol Estanislao Basora (Spanyol)
STATISTIK
Jumlah Partai : 22
Jumlah Gol : 88
Gol Rata-rata : 4.00
Total Penonton : 1.337.000
Penonton Rata-rata : 60.773

Selasa, 10 Agustus 2010

World Cup 1938 France

PIALA DUNIA PRANCIS 1938

Piala Dunia 1938 di Prancis adalah Piala Dunia terakhir sebelum meletusnya Perang Dunia II. Ketegangan politik kala itu membuat FIFA berhati-hati dan bersikap diplomatis dalam menentukan pilihan. Soalnya, olahraga kembali dijadikan alat propaganda. Adolf Hitler, pemimpin tertinggi Jerman, telah melakukannya pada Olimpiade 1936 di Berlin.
Prancis ditunjuk menjadi tuan rumah. Faktor Jules Rimet yang berasal dari sana, tak bisa lepas dari alasan penunjukkan ini. 15 negara didominasi bule Eropa. Amerika Latin hanya diwakili Brasil. Karena jumlahnya ganjil, satu tim diundi untuk mendapat bye. Swedia jadi tim yang beruntung. Sebetulnya Austria lolos dan berhadapan dengan Swedia. Tapi Austria dicaplok Jerman, bahkan beberapa pemain Wunderteam dimasukkan ke tim Jerman untuk merealisasikan ambisi Hitler. Hasilnya sungguh mengejutkan, Jerman takluk dari Swiss.
Tak ada pembagian grup akibatnya banyak pertarungan ulang harus digelar karena babak awal sudah berlangsung seru. Kuba mengejutkan dengan menyingkirkan Rumania. Italia mengalahkan tuan rumah di perempat final.


















Partai perempatfinal Brasil lawan Cekoslowakia tak dinyana menjadi partai paling nista dalam sejarah Piala Dunia. Top scorer 1934 asal Cekoslowakia, Oldrich Nejedly, patah kaki. Kiper Cekoslowakia, Fransitek Planicka patah tangan. Tiga pemain diusir. Pertandingan berlanjut dengan Cekoslowakia bersisa 7 pemain, sedang Brasil 9 pemain. (Sampai tahun 1970, pergantian pemain belum diperbolehkan). Lewat dua kali pertandingan, Brasil lolos ke semifinal.
Di semifinal, Brasil kalah dari Italia 1-2. Itu karena striker andalan mereka, Leonidas diistirahatkan pelatih Pimenta demi partai final. Keyakinan yang berlebihan. Sementara di semifinal lain, Hongaria menghajar Swedia 5-1.
Pada partai final 19 Juni 1938 di Paris, Italia yang menguasai pertandingan menang 4-2 atas Hongaria. Ancora Italia! jadi tulisan media-media keesokan harinya. Italia masih penguasa Piala Dunia. Bintang Italia adalah Silvio Piola yang mencetak dua gol di partai final.



















HASIL PERTANDINGAN
BABAK 1
Italia-Norwegia 2-1; Prancis-Belgia 3-1; Brasil-Polandia 6-5 (perpanjangan waktu); Cekoslowakia-Belanda 3-0 (perpanjangan waktu); Jerman-Swiss 1-1 (perpanjangan waktu), 2-4 (partai ulangan); Hongaria-Hindia Belanda 6-0; Kuba-Rumania 3-3 (perpanjangan waktu), 2-1 (partai ulangan, perpanjangan waktu)
PEREMPAT FINAL
Italia-Prancis 3-1; Brasil-Cekoslowakia 1-1 (perpanjangan waktu), 2-1 (partai ulangan); Hungaria-Swiss 2-0; Swedia-Kuba 8-0.
SEMIFINAL
Italia-Brasil 2-1; Hongaria-Swedia 5-1
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Brasil-Swedia 4-2
FINAL
Stadion Olympiques, Paris, 19 Juni 1938.
Wasit: Georges Capdeville (Prancis); penonton: 55.000.
Italia-Hongaria 4-2
Gol Italia: Colaussi (5', 35'), Piola (16', 82'); gol Hungaria: Titkos (7'), Sarosi (70').
Italia: Olivieri; Foni, Rava; Serantoni, Andreolo, Locatelli; Biavati, Meazza (kapten), Piola, Ferrari, Colaussi.
Hongaria: Szabo; Polgar, Biro; Szalay, Szucs, Lazar; Sas, Vincze, Sarosi (kapten), Szellenger, Titkos.



World Cup 1934 Italy

PIALA DUNIA ITALIA 1934 (27 Mei-10 Juni 1934)

Italia yang saat itu dipimpin pemerintahan fasis Benito Mussolini, ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia jilid kedua. Bagi Mussolini, inilah saatnya membuktikan kekuatan Italia sebagai negara paling unggul, termasuk di bidang sepakbola. Juara bertahan, Uruguay, menolak hadir sebagai balasan atas absennya tim-tim Eropa di Piala Dunia terdahulu. Pada sisi lain, FIFA masih bersitegang dengan asosiasi sepakbola Britania Raya, sehingga Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara dan Wales tak ikut kualifikasi.

Intervensi Il Duce Benito Mussolini terbukti. Wasit-wasit mengalami tekanan. Pelatih Italia, Vittorio Pozzo, pun dihadapkan tuntutan harus juara. Meski begitu, Raimundo Orsi, Angelo Schiavio dan Giuseppe Meazza bersinar terang di hadapan publik sendiri. Tantangan berat dihadapi Squadra Azzurri kala bertemu Austria, yang saat itu berjuluk Wunderteam. Beberapa bulan sebelum Piala Dunia, Italia kalah 2-4 dari Austria di Turin. Tapi kali ini, gol Guaita ke gawang Peter Plater di menit ke-19, membawa Italia melaju ke final menghadapi Cekoslovakia.


Di final, Mussolini pasti geram ketika gawang Italia bobol lebih dahulu menit ke-70 oleh tandem Nejedly-Puc. Beruntung sepuluh menit kemudian Orsi menyamakan kedudukan dan memaksakan perpanjangan waktu. Pada babak tambahan, gol Schiavio menit ke-5 membawa Italia meraih gelar juara.

HASIL PERTANDINGAN

BABAK 1: Italia-AS 7-1, Cekoslovakia-Rumania 2-1, Jerman-Belgia 5-2, Austria-Prancis 3-2, Spanyol-Brasil 3-1, Swiss-Belanda 3-2, Swedia-Argentina 3-2, Hongaria-Mesir 4-2.

PEREMPATFINAL:

Jerman-Swedia 2-1, Austria-Hongaria 2-1, Cekoslovakia-Swiss 3-2, Italia-Spanyol 1-1 (partai ulangan Italia-Spanyol 1-0)

SEMIFINAL:

Cekoslovakia-Jerman 3-1, Italia-Austria 1-0









Tim Italia 1934, berdiri: Combi, Monti, Ferraris IV, Allemandi, Guaita, Ferrari. Jongkok: Schiavio, Meazza, Monzeglio, Bertolini, Orsi.

FINAL

Italia- Cekoslovakia 2-1 (Strelci : 0:1 Puc (76), 1:1 Orsi (81), 2:1 Schiavio (95))

Italia : Allemandi, Guaita, Monti, Orsi, Schiavio, Monzeglio, Meazza, Ferraris, Bertolini, Combi, Ferrara.
Cekoslovakia: Cambal, Svoboda, Sobotka, Krcil, Junek, Zenisek, Puc, Planicka, Nejedly, Kostalek, Ctyroky.

















TOP SCORER – 5 gol: Oldrich Nejedly (Cekoslovakia), 4 gol: Angelo Schiavio (Italia), Edmund Conen (Jerman), 3 gol: Raimundo Orsi (Italia), Leopold Kielholz (Swiss)

STATISTIK – Jumlah Partai: 17, Total Gol: 70, Gol rata-rata: 4,12; Total Penonton: 395.000, Penonton Rata-rata: 23.235

Selasa, 13 April 2010

World Cup 1930 Uruguay

PIALA DUNIA URUGUAY 1930 (13 Juli-30 Juli 1930)

Atas ide ketua FIFA saat itu, Jules Rimet, digelarlah Piala Dunia pertama. Uruguay ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan prestisius ini. Bukan tanpa alasan, Uruguay adalah juara Olimpiade 1924 dan 1928. Uruguay langsung membangun stadion megah berkapasitas 95.000 penonton. Kemeriahan di Montevideo makin lengkap karena pada Juli 1930 bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan bangsa Uruguay. Sayang, hanya empat peserta dari Eropa yang berpartisipasi di ajang ini. Negara-negara unggulan seperti Jerman, Italia, Belanda, Inggris dan Spanyol memilih absen. Mereka tak mau menghabiskan waktu berminggu-minggu di atas kapal laut.

Pertandingan pertama Piala Dunia mempertemukan Prancis lawan Meksiko. Pemain Prancis, Lucien Laurent, akan selalu dikenang namanya ketika ia mencetak gol pertama dalam sejarah Piala Dunia dan membawa timnya menang 4-1 atas Meksiko.








Namun, dua tim yang mendominasi kejuaraan adalah Argentina dan Uruguay. Guillermo Stabile, striker Argentina yang sebelumnya kerap duduk di bangku cadangan, berubah menjadi striker tajam dan membuat hattrick kala menundukkan Meksiko. Pada semifinal, Argentina melumat Amerika Serikat 6-1. Skor sama juga dicatat tuan rumah, Uruguay di semifinal lainnya saat melibas Yugoslavia.

Pentas final memunculkan dua tim terbaik turnamen. Argentina sebetulnya menguasai di awal pertandingan. Namun, Uruguay balik menekan dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 4-2. Piala Jules Rimet pertama menjadi milik Pedro Cea dkk.

HASIL PERTANDINGAN

PENYISIHAN GRUP

GRUP A

Prancis-Meksiko 4-1, Argentina-Prancis 1-0,

Cili-Meksiko 3-0, Cili-Prancis 1-0,

Argentina-Meksiko 6-3, Argentina-Cili 3-1

1 Argentina 3 3 0 0 10-4 6

2 Cili 3 2 0 1 5-3 4

3 Prancis 3 1 0 2 4-3 2

4 Meksiko 3 0 0 3 4-13 0

GRUP B

Yugoslavia-Brasil 2-1, Yugoslavia-Bolivia 4-0, Brasil-Bolivia 4-0

1 Yugoslavia 2 2 0 0 6-1 4

2 Brasil 2 1 0 1 5-2 2

3 Bolivia 2 0 0 2 0-8 0

GRUP C

Rumania-Peru 3-1, Uruguay-Peru 1-0, Uruguay-Rumania 4-0

1 Uruguay 2 2 0 0 5-0 4

2 Rumania 2 1 0 1 3-5 2

3 Peru 2 0 0 2 1-4 0

GRUP D

AS-Belgia 3-0, AS-Paraguay 3-0, Paraguay-Belgia 1-0

1 AS 2 2 0 0 6-0 4

2 Paraguay 2 1 0 1 1-3 2

3 Belgia 2 0 0 2 0-4 0

SEMIFINAL

Argentina-AS 6-1, Uruguay-Yugoslavia 6-1







FINAL

Stadion Centenario, Montevideo, 30 Juli 1930. Penonton: 90.000, Wasit: John Langenus (Belgia)

Uruguay-Argentina 4-2 (Uru: Dorado 12’,Cea 57’, Iriarte 68’, Castro 89’; Arg: Peucelle 20’, Stabile 37’)

Uruguay: Ballestrero, Nasazzi (kapten), Mascheroni, Andrade, Fernandez, Gestido, Dorado, Scarone, Castro, Cea, Iriarte. Argentina: Potasso, Della Torre, Paternoster, Evaristo J., Monti, Suarez, Peucelle, Varallo, Stabile, Ferreira (kapten), Evaristo M.












TOP SCORER – 8 gol:Guillermo Stabile (Argentina, 5 gol: Pedro Cea (Uruguay), 4 gol: Guillermo Subiabre (Cili), Bert Patenaude (AS)

STATISTIK – Jumlah Partai: 18, Total Gol: 70, Gol rata-rata: 3,88; Total Penonton: 434.500, Penonton Rata-rata: 24.139