Tampilkan postingan dengan label History of Euro (Piala Eropa). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History of Euro (Piala Eropa). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2010

Euro 1964

Turnamen Piala Bangsa-bangsa Eropa kedua tetap menggunakan sistem knock-out. Selain itu, semifinal dan final dilangsungkan di negara tim yang lolos ke semifinal. Empat besar saat itu terdiri atas Denmark, Hongaria, Uni Soviet dan Spanyol. Kali ini Spanyol dipilih sebagai tuan rumah.
Pada partai semifinal yang berlangsung di Barcelona, Uni Soviet menaklukkan Denmark 3-0. Dengan demikian, tim Beruang Merah lolos ke final untuk kedua kali berturut-turut. Sedangkan dalam partai semifinal lainnya di Madrid, tuan rumah Spanyol membutuhkan perpanjangan waktu sebelum mengalahkan Hongaria 2-1. Denmark dan Hongaria bertemu dalam perebutan tempat ketiga. Hasilnya, Hongaria menang 3-1 setelah perpanjangan waktu.







Tuan rumah Spanyol.








Partai final dilangsungkan di Stadion Bernabeu, Madrid dan 120.000 penonton menyaksikan langsung pertandingan itu. Pereda membuka keunggulan Spanyol dengan golnya pada menit ke-6. Selang dua menit kemudian, Uni Soviet berhasil mencetak gol balasan lewat Khusainov. Tetapi, gol terindah sore itu dicetak pemain Spanyol, Marcelino. Sambil terbang, ia meluncur menyundul bola ke gawang Uni Soviet dan gol. Spanyol pun tercatat sebagai juara Piala Bangsa-bangsa Eropa kedua.



HASIL PERTANDINGAN
BABAK 1
Spanyol-Rumania 6-0,1-3; Polandia-Irlandia Utara 0-2,0-2;
Irlandia-Islandia 4-2,1-1; Portugal-Bulgaria 3-1,0-1;
Inggris-Prancis 1-1,2-5; Jerman Timur-Cekoslovakia 2-1,1-1;
Hongaria-Wales 3-1,1-1; Denmark-Malta 6-1,3-1;
Belanda-Swiss 3-1,1-1; Norwegia-Swedia 0-2,1-1;
Yugoslavia-Belgia 3-2,1-0; Italia-Turki 6-0,1-0
Albania menang WO atas Mesir yang mengundurkan diri

BABAK II
Spanyol-Irlandia Utara 1-1,1-0; Austria-Irlandia 0-0,2-3;
Bulgaria-Prancis 0-0,1-3; Jerman Timur-Hongaria 1-2,3-3;
Denmark-Albania 4-0,0-1; Belanda-Luksemburg 1-1,1-2;
Yugoslavia-Swedia 0-0,2-3; Uni Soviet-Italia 0-0,2-1

PEREMPATFINAL
Spanyol-Irlandia 5-1,2-0; Prancis-Hungaria 1-3,1-2;
Luksemburg-Denmark 3-3,2-2; Swedia-Uni Soviet 1-1, 1-3

SEMIFINAL
Spanyol-Hungaria 2-1; Uni Soviet-Denmark 3-0

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Hungaria-Denmark 3-1 (perpanjangan waktu)



FINAL
Spanyol-Uni Soviet 2-1
Gol: 1-0 Pereda 6', 1-1 Khusainov 8', 2-1 Marcelino 83'
Stadion Santiago Bernabeu, 21 Juni 1964
Wasit: Holland (Inggris), Penonton: 120.000
SPANYOL: Iribar, Rivilla, Calleja, Fuste, Olivella, Zoco, Amoncio, Pereda, Marcelino, Suarez, Lapetra
UNI SOVIET: Yashin, Chusticov, Mudrik, Voronin, Shesterniev, Anitchkin, Chislenko, Ivanov, Ponedelnik, Korniev, Khusainov





Selebrasi kemenangan tuan rumah Spanyol menjadi juara Eropa di Santiago Bernabeu.


Kamis, 02 September 2010

Euro 1960





















Ide untuk menyelenggarakan Kejuaraan Eropa Antarnegara dicetuskan oleh Sekjen Federasi Sepakbola Prancis, Henri Delaunay pada 1927. Cukup lama cita-cita itu digodok, kurang lebih selama 31 tahun. Ide itu baru menjadi kenyataan ketika turnamen Piala Eropa pertama dipentaskan pada 1958-1960. Sayang, Delaunay tidak dapat menyaksikan peristiwa penting ini. Pasalnya, ia telah meninggal dunia pada 1955, tiga tahun menjelang idenya terlaksana. Walau telah tiada namanya tetap dikenang. Piala yang hingga kini diperebutkan empat tahun sekali itu diberi nama Piala Henri Delaunay.
Pada seri pertama, 1958-1960, kejuaraan ini dinamakan Piala Bangsa-Bangsa Eropa, dan diselenggarakan dengan sistem knock-out. Turnamen nyaris batal karena pesertanya tak sampai 16 negara. Partai pertama babak penyisihan dimainkan di Dublin tanggal 5 April 1959, ketika Irlandia mengalahkan Cekoslowakia 2-0. Sebelumnya ada partai pra-kualifikasi pada 29 September 1958, antara Uni Soviet yang unggul 4-0 atas Hongaria di Stadion Lenin, Moskow.
Di perempatfinal, Uni Soviet menang WO karena Spanyol menarik diri. Tim Uni Soviet dan Yugoslavia tampil sebagai finalis. Guna mengenang jasa Delaunay, partai finalnya berlangsung di Paris, Prancis, 10 Juni 1960. Sebanyak 17.966 penonton menyaksikan pertandingan ini. Mereka terpesona dengan sepakbola menyerang yang diperagakan kedua tim, terutama Yugoslavia. Gempuran tim asal Balkan ini membuat pertahanan Uni Soviet harus kerja ekstra keras. Beruntung penjaga gawang tim Beruang Merah, Lev Yashin bermain gemilang. Ia melakukan beberapa kali penyelamatan.

















Begitu gencarnya serangan Yugoslavia, akhirnya gawang Yashin sempat kebobolan pada menit ke-40 lewat tembakan Galic. Di babak kedua, Uni Soviet berusaha menyamakan kedudukan dan berhasil tatkala Metreveli mengukir gol balasan lima menit setelah babak kedua berlangsung. Kedudukan imbang 1-1 ini bertahan hingga waktu normal, 90 menit berakhir. Perpanjangan waktu pun dilaksanakan. Pada saat itulah, Uni Soviet menunjukkan bahwa perkara stamina, merekalah yang terhebat. Gol kemenangan Uni Soviet akhirnya tercipta ketika Victor Ponedelnik menyambut umpan silang Metreveli. Uni Soviet pun tampil sebagai juara Piala Eropa pertama.



HASIL PERTANDINGAN
BABAK 1
Uni Soviet-Hungaria 3-1; Hungaria-Uni Soviet 0-1
Polandia-Spanyol 2-4; Spanyol-Polandia 3-0
Denmark-Cekoslowakia 2-2; Cekoslowakia-Denmark 5-1
Rumania-Turki 3-0; Turki-Rumania 2-0
Prancis-Yunani 7-1; Yunani-Prancis 1-1
Norwegia-Austria 0-1; Austria-Norwegia 5-2
Portugal-Jerman Timur 3-2; Jerman Timur-Portugal 3-2
Yugoslavia-Bulgaria 2-0; Bulgaria-Yugoslavia 1-1
PEREMPATFINAL
Uni Soviet-Spanyol, Uni Soviet menang WO karena Spanyol mengundurkan diri.
Rumania-Cekoslowakia 0-2; Cekoslowakia-Rumania 3-0
Prancis-Austria 5-2; Austria-Prancis 2-4
Portugal-Yugoslavia 2-1; Yugoslavia-Portugal 5-1
SEMIFINAL
Uni Soviet-Cekoslowakia 3-0, Yugoslavia-Prancis 5-4
PEREBUTAN TEMPAT KETIGA
Cekoslowakia-Prancis 2-0
FINAL
Uni Soviet-Yugoslavia 2-1
Gol: 0-1 Galic 41', 1-1 Metreveli 49', 2-1 Ponedelnik 113'.
Stadion Parc des Princes, Paris
Wasit: Ellis (Inggris)
Penonton: 17.966
UNI SOVIET: Yashin, Choneli, Maslonkin, Krutikov, Vojnov, Netto, Metreveli, Ivanov, Ponedelnik, Bubukin, Meschi. Pelatih: Gavril Kachalin.
YUGOSLAVIA: Vidinic, Durkovic, Miladinovic, Jusufi, Zhanetic, Perusic, Matus, Jerkovic, Galic, Shekularac, Kostic. Pelatih: Alexander Timanic.